Skip to main content

Mengapa (setidaknya) Kita Harus Berpikir Untuk Berhenti Menggunakan Media Sosial

Pembahasan mengenai efek buruk dari media sosial mudah ditemukan di berbagai artikel, penelitian, seminar, dll. Sepertinya saya sudah paham dan setuju bahwa media sosial dapat memberikan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Tapi itu tidak cukup untuk membuat saya berhenti (atau setidaknya mengurangi) penggunaan media sosial dalam keseharian. 

Sampai akhirnya secara tidak sengaja saya menemukan sebuah video Ted Talk oleh Cal Newport berjudul Quit Social Media. Saya menghapus permanen akun facebook dan uninstall instagram segera setelah menonton video tersebut.

Cal Newport adalah seorang profesor ilmu komputer yang menulis beberapa judul buku self help, dua diantaranya adalah Deep Work dan Digital Minimalism. Dalam Digital Minimalism, Ia mengutarakan gagasan mengenai bagaimana layanan di smartphone saat ini telah begitu memikat dan membuat ketagihan, sehingga menurunkan kualitas hidup masyarakat.

Berikut ini adalah ringkasan mengenai gagasan tersebut, yang saya rangkum dari tulisan, wawancara, dan talks oleh Cal Newport.

Awal Mula
Bagaimana cara kita menggunakan smartphone hari ini, tidak terlepas dari kelahiran iPhone generasi pertama pada 2007. Pada saat itu Apple bukanlah yang pertama menciptakan smartphone, tapi iPhone adalah smartphone pertama dengan kemampuan touch screen yang memiliki berbagai fitur yang terintegrasi dalam satu paket. 

Namun, ide original smartphone versi Steve Jobs tersebut bukanlah seperti smartphone yang saat ini kita miliki. Steve Jobs tidak pernah memiliki niat untuk menjadikan iPhone sebuah perangkat yang akan dilihat terus menerus oleh penggunanya. Ide awalnya adalah 'iPod that made phone calls'. iPhone dibuat untuk memudahkan pengguna smartphone dengan mengintegrasikan fitur musik, telpon, dan generating direction. Tidak ada app store, tidak ada third party developers.

Lalu pada 2011-2012, perusahaan media sosial mulai melakukan perubahan besar dalam bisnis model demi menaikkan revenue. Facebook memutuskan untuk IPO, dan hidup kita semua tidak pernah sama lagi setelahnya. 
Untuk menaikkan revenue tersebut, perusahaan-perusahaan ini mendesain ulang layanan nya untuk membuat penggunanya semakin engage, yang pada akhirnya membawa kita semua pada hari ini, sangat bergantung dan begitu ketagihan dengan applikasi-aplikasi ini. 

Pertanyaan dan Sanggahan
Apakah media sosial adalah sebuah alat atau sarana yang begitu penting bagi hidup setiap individu di abad 21 ini? Sampai saya menemukan gagasan Cal Newport ini, saya pikir jawabannya adalah Ya. Ada begitu banyak informasi, insipirasi, dan kesempatan yang bisa didapat dari media sosial. Rasanya mustahil untuk bisa sukses tanpa peran media sosial di dalam hidup seseorang. 
Hal ini disanggah oleh Cal Newport. Menurutnya, di abad 21 yang sangat kompetitif ini, hal yang penting untuk diri kita adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang langka dan bernilai melalui deep work. Masyarakat tidak akan menerima sesuatu yang mudah ditiru dan memberikan sedikit arti pada kehidupan. Menggunakan media sosial bukanlah deep work yang bisa menghasilkan sesuatu yang langka dan berharga, melainkan aktivitas yang anak kecil pun bisa melakukannya. Apa yang akan dihargai adalah sesuatu yang membutuhkan konsentrasi untuk membangun skill dan menerapkan skill tersebut untuk mebuat sebuah produk/karya, seperti layaknya seorang pengrajin. 

"if you can write an elegant algorithm. If you can write a legal brief that can change a case. If you can write a thousand words of prose that's going to fixate a reader right to the end. If you can look at a sea of ambiguous data and apply statistics, pull out insights that could transform a business strategy. If you can do these types of activities which require deep work, that produce outcomes that are rare and valuable, people will find you. You will be able to write your own ticket and build the foundation of a meaningful and successful profesional life regardless of how many instagram followers you have"


Faktanya, media sosial hanyalah sebuah produk hiburan yang didisain layaknya sebuah mesin judi. Aplikasi - aplikasi ini menawarkan suguhan yang menarik untuk ditukar dengan perhatian dan mengumpulkan data penggunanya untuk kemudian dijual kepada para pengiklan. Perusahaan pembuat aplikasi media sosial memiliki pekerja yang disebut attention engineer. Tugasnya adalah untuk mempelajari prinsip-prinsip casino yang ada di Las Vegas, lalu membuat produk mereka menjadi se-adiktif mungkin. Semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang berselancar di media sosial, semakin banyak iklan yang akan dilihat, semakin banyak pula keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan pengembang. 

Bagaimana kita bisa melakukan deep work yang membutuhkan deep effort, sementara ada begitu banyak distraksi yang selalu ada di tangan kita? 

Pertanyaan berikutnya, apakah media sosial benar-benar berbahaya bagi hidup kita? Sekilas sepertinya tidak. It's actually very fun. Tapi apakah kamu pernah berpikir, efek apa yang akan didapat dengan terus menerus terpapar dengan kehidupan orang lain yang sudah dikurasi dengan sedemikian rupa untuk menunjukkan betapa positifnya hidup mereka? Merasa kurang dalam hidup, cemas dan gelisah, serta depresi adalah efeknya. 

Jawaban
Banyak orang salah dalam mengartikan konsep digital minimalism. Bukan tentang semakin sedikit teknologi yang kita gunakan berarti semakin baik, tetapi mengenai bagaimana kita menggunakan teknologi untuk benar-benar memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar pelarian dari aktivitas yang sulit dilakukan.
Media sosial punya begitu banyak manfaat. Informasi terkini mengenai topik-topik yang sesuai dengan minat, kabar terbaru dari teman dan kerabat, lowongan pekerjaan, dan masih banyak hal lainnya, bisa didapat dengan mudah dari media sosial. Tapi dari semua kemudahan itu, ada harga yang harus dibayar. 
Pada akhirnya, perdebatannya bukan mengenai apakah media sosial berguna atau tidak, melainkan apakah kita sebagai pengguna media sosial yang memegang kontrol atas hidup kita, atau malah sebaliknya?

Source :

Comments