Content

0 comments

8 Hari Keliling Thailand: Bangkok - Pattaya (Day 1)

Perjalanan ke Thailand (+Malaysia) ini adalah dalam rangka liburan sebelum saya dan 3 orang teman wisudaan. Satu tahun yang lalu kami berniat cari tiket murah ke Jepang. Sempet nemu sampai harga Rp 3jt pp, tapi kayaknya untuk budget disananya agak mustahil kalau nabung cuman dalam waktu satu tahun (no subsidi dari orang tua, duit sendiri T_T). Apa daya kami hanyalah mahasiswa tingkat akhir yang belum punya penghasilan, akhirnya yang kebeli adalah tiket promo Air Asia Jakarta - Bangkok dan KL - Jakarta seharga Rp 1,1jt. Beli November 2014 dan berangkat Agustus 2015, 2 minggu sebelum wisuda. Perfect!

Day 1, 11 Agustus 2015
Begitu sampai di bandara Don Mueang Bangkok jam 10 pagi dan beres urusan imigrasi, yang dituju pertama kali adalah tempat jual sim card yang letaknya ada di deket pintu keluar bandara. Tempatnya adalah sebuah toko yang lebih mirip toko kelontong, tapi rame cuman karena orang-orang beli sim card. Pilihan sim card ada dua, paket THB 199  dan THB 290  (untuk 7 hari, provider DTAC). Bedanya adalah yang lebih mahal bisa dipake di seluruh Thailand, sementara yang lebih murah hanya bisa di Bangkok. Setelah hp udah bisa dipake lagi untuk update status  ngabarin orang tua, langsung keluar bandara dan naik bus A1 untuk ke stasiun BTS Mo Chit. Begitu keluar bandara akan ada bus-bus parkir dengan jurusan yang beda-beda. Petugas (semacan kenek) akan berdiri di samping bus sambil pegang tulisan yang nandain nomor bus. Ongkos nya dibayar di dalam pas bus udah jalan. Perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai di stasiun Mo Chit, dengan jalanan yang cukup lancar. 

Bangkok Sky Train (BTS)

Dari stasiun Mo Chit beli tiket BTS ke stasiun Ekamai (THB 42). BTS, kereta andalannya Bangkok ini praktis dan bagus, lebih bagus dari commuter line nya Jakarta. Sampai di stasiun Ekamai, lanjut jalan kaki ke terminal bus Ekamai. Jarak dari stasiun ke terminal nggak jauh, jadi nggak perlu khawatir kalau mau bawa koper, karena jalan-jalan utama di Bangkok cukup friendly untuk turis ber koper. Dari stasiun perjalanan berlanjut ke Pattaya dengan bus selama 2 jam (THB 119). 

Bangkok-Pattaya

Sampai di Pattaya, lanjut naik songtheaw (semacam angkot) ke hostel di daerah Jomtien. Sebelumnya kami ke pusat informasi turis dulu. Di sana staff nya sangat membantu dengan nanya kami nginep dimana lalu dikasih tau harus naik apa dengan ongkos berapa. Dia juga nanya jadwal kami hari itu mau kemana, lalu ngejelasin sambil nunjukin peta gimana cara kami kesana. Salut.  

Perjalanan dilanjutkan dengan naik songtheaw dari terminal sampai hostel (THB 50/org). Tarif segitu mungkin karena kami naik songtheaw tsb as a taxi, jadi dari terminal - hostel si supir nggak ngambil penumpang lain. Mungkin kalau bukan taxi akan lebih murah, karena saya liat songtheaw lain ada yang penumpangnya penuh. 



to be continued  


0 comments

Lampung: 2 Pantai dalam 1 Hari!

   Lampung (3) 217_9466

Kita semua pasti sering berencana tapi akhirnya nggak jadi-jadi, apalagi kalau rencana nya trip bareng temen-temen. Makanya banyak yang bilang kalau mau pergi mending nggak usah direncanain dari jauh-jauh hari, karena biasanya yang mendadak justru yang berhasil. Ternyata bener, buktinya adalah trip super singkat ke Lampung ini. Saya dan keluarga nggak sama sekali berencana pergi ke Lampung di hari ketiga lebaran. Berawal dari ajakan keponakan datuk (kakek) yang datang berkunjung ke Jakarta waktu lebaran, akhirnya saya dan keluarga besar memutuskan untuk pergi malam itu juga (sorenya masih ngiter ke rumah-rumah saudara, malam jam 23.00 berangkat). Karena nggak nyangka akhirnya bakal pergi juga, saya nggak punya ekspektasi tinggi. Begitu sampai di Pelabuhan Merak (sekitar jam 24.00), mobil yang antri untuk masuk ke ferry sedikit jadi cuman butuh sekitar 20 menit untuk masuk dan parkir mobil di dalem kapal. Enaknya berangkat malem adalah jalanan ibu kota yang sudah sepi dan kita tinggal tidur aja begitu di perjalanan. Pagi-pagi jam 05.00 sampai di Pelabuhan Bakauheni dan langsung menuju rumah Om di pusat kota Bandar Lampung. Siangnya langsung meluncur lagi ke daerah Pesawaran yang menghabiskan waktu perjalanan sampai 5 jam karena jalanan yang rusak parah. 

Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Lampung yang jaraknya 26 km dari Bandar Lampung. Perjalanan Bandar Lampung - Pesawaran hampir mirip kayak jalan menuju Ujung Kulon. Sepanjang perjalanan ketemu bukit, rumah penduduk, sampai hutan di kanan-kiri jalan. Yang membedakan adalah banyak tambak udang di daerah ini. 

Karena sampai di Vila punya Om udah sore, praktis hari pertama di Lampung habis di jalan. Besoknya kami nggak mau buang-buang waktu karena malamnya harus balik ke Jakarta. Pagi-pagi bangun lalu pergi ke pantai yang ternyata nggak ada orang lain selain saya dan keluarga. Pantainya cukup bersih dan unik, karena ada pohon di tengah-tengah air laut. Saya tanya ke warga sekitar yang kebetulan kenal sama Om apa nama pantainya, ternyata dia pun nggak tau. Pantai tidak bernama! Hari semakin siang, tiba-tiba ada perahu kayu mendekat dari kejauhan. Begitu perahu menepi di bibir pantai, keluarlah anak-anak kecil beserta orang tuanya. Ternyata mereka adalah penduduk sekitar yang sengaja datang untuk berenang. Pas anak-anaknya berenang, si bapak nyari ikan dengan perahu kecil yang ternyata digandeng di belakang perahu yang besar. Saya terharu liatnya, betapa mereka sangat beruntung. Coba bayangin deh anak-anak itu punya cerita kalau mereka udah gede: "dulu aku suka berenang di pantai dianter bapak naik perahu." Beda sama anak kota yang ceritanya : "aku kalau weekend suka ke mall sama papa naik mobil. Dari rumah ke mall deket, cuman 3 jam aja." Zzzz. 

Puas main di pantai tidak bernama, sebelum pulang kami sempet minum kelapa muda yang langsung diambil dari pohonnya. Terima kasih untuk mas-mas yang manjat! 

Keberuntungan kami nggak cuman sampai minum kelapa muda. Perjalanan kembali ke Bandar Lampung nggak lagi harus ngelewatin jalanan rusak, karena saya dan beberapa sepupu naik speed boat langsung ke dermaga .......... sebagai meeting point. Sisanya, para orang tua, naik mobil. Sebelum ke dermaga, kami mampir dulu ke Pulau Balak, 30 menit naik speed boat. Ternyata di sana pun nggak ada orang lain selain saya dan keluarga. Padahal masih libur lebaran. Pulau ini pasirnya putih dan airnya jernih. Meskipun siang bolong dan teriknya minta ampun, kami toh nyebur juga. Setelah 2 jam di Pulau Balak lanjut perjalanan lagi 1,5 jam naik speed boat ke dermaga. Dari sana baru lanjut naik mobil ke Bandar Lampung. 

Malam harinya sekitar jam 22.00 kami berangkat ke Bakauheni. Tadinya udah siap-siap menua di jalan karena menurut kabar Bakauheni ramai dan ngantri parah. Ternyata begitu sampe nggak butuh waktu lama untuk masuk ke ferry. Bonusnya kami dapet ferry yang bagus jadi bisa tidur nyenyak selama 2 jam perjalanan kembali ke Merak. 

Jalan-jalan emang paling enak sama orang lokal yang udah tau seluk beluk daerahnya. Awalnya nggak ekspektasi tinggi karena saya pikir bakal cuman bertamu ke rumah Om,  but it turned out to be the best short trip ever! 

Tips naik ferry: Naik dari dermaga 1 atau 3 untuk dapet kapal yang bagus (fasilitas sofa empuk dan ruang tunggu yang bersih). 


Lampung, Indonesia | July 2015

Tikahanan

Tikahanan
The journal of T

daily snap